Obon Matsuri: Merayakan Roh Leluhur dengan Lampion dan Lentera

Obon Matsuri: Merayakan Roh Leluhur dengan Lampion dan Lentera

Festival adalah waktu yang dinanti-nantikan oleh banyak orang di seluruh dunia. Salah satu festival yang unik dan penuh makna adalah Festival Obon, sebuah perayaan kuno yang berasal dari Jepang.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi segala sesuatu tentang Festival Obon, termasuk sejarah, makna, tradisi, dan tempat-tempat wisata yang memperingati festival ini. Mari kita mulai!

Apa Itu Festival Obon?

Festival Obon adalah perayaan tahunan yang diadakan di Jepang untuk menghormati roh leluhur yang telah meninggal.

Festival ini juga dikenal sebagai "Festival Roh Leluhur" dan sering disebut sebagai "Bon" secara singkat.

Obon adalah salah satu festival terpenting dalam budaya Jepang, dan biasanya berlangsung selama beberapa hari pada bulan Agustus.

Sejarah Festival Obon

Untuk memahami Festival Obon, kita perlu melihat ke belakang sejarahnya. Festival ini memiliki akar yang dalam dalam agama Buddha, khususnya dalam ajaran Buddha Mahayana.

Menurut legenda, Festival Obon dimulai ketika Maha Kasyapa, salah satu murid utama Buddha, memberikan perintah kepada muridnya untuk merayakan festival setelah tiga bulan musim hujan berakhir.

Festival ini pertama kali diadakan sebagai perayaan untuk menghormati arwah ibu Kasyapa.

Obon Matsuri: Merayakan Roh Leluhur dengan Lampion dan Lentera
ilustrasi: unsplash.com

Dalam versi yang lebih populer dari sejarah Festival Obon, ceritanya berkaitan dengan seorang biksu bernama Mokuren. Mokuren memiliki kekuatan supranatural yang memungkinkannya berkomunikasi dengan alam roh.

Ketika dia mengetahui bahwa ibunya berada dalam penderitaan di alam roh, dia meminta bantuan Buddha untuk membebaskannya.

Setelah beberapa upaya, Buddha memberikan panduan kepada Mokuren untuk merayakan festival dengan menyalakan lampion dan lilin. Itulah asal mula tradisi menyalakan lampion dan lentera selama Festival Obon.

Waktu Pelaksanaan Festival Obon

Festival Obon biasanya berlangsung selama beberapa hari, terutama pada pertengahan bulan Agustus antara tanggal 13 sampai tanggal 17. Namun, tanggal pastinya bisa berbeda-beda di berbagai wilayah Jepang.

Obon Matsuri: Merayakan Roh Leluhur dengan Lampion dan Lentera
ilustrasi: unsplash.com

Beberapa kota besar seperti Tokyo dan Kyoto biasanya mengadakan Festival Obon pada tanggal yang berbeda-beda, jadi pastikan untuk memeriksa jadwal perayaan jika kamu berencana mengunjungi Jepang selama bulan Agustus.

Makna Festival Obon

Festival Obon memiliki makna yang dalam dalam budaya Jepang. Salah satu makna utamanya adalah menghormati roh-roh leluhur yang telah meninggal.

Orang Jepang percaya bahwa selama Festival Obon, pintu antara dunia manusia dan dunia roh terbuka, memungkinkan roh-roh leluhur untuk mengunjungi dunia manusia.

Oleh karena itu, mereka mempersiapkan rumah mereka dan melakukan upacara-upacara khusus untuk menyambut dan memberi makan roh-roh tersebut.

Selain itu, Festival Obon juga menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman. Orang-orang kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan bersama, dan ini adalah kesempatan untuk mengenang kenangan bersama dengan roh-roh leluhur.

Tradisi Festival Obon

Festival Obon memiliki sejumlah tradisi yang diikuti dengan tekun oleh masyarakat Jepang. Salah satu tradisi utama adalah menyalakan lampion dan lentera.

Lampion-lampion ini diletakkan di depan rumah dan dianggap sebagai panduan untuk roh-roh leluhur yang datang berkunjung.

Ini adalah pemandangan yang memukau ketika seluruh kota dan desa dihiasi dengan ribuan lampion berwarna-warni.

Selain itu, ada juga tarian khas yang disebut "Bon Odori." Dalam tarian ini, orang-orang bergerak dengan gaya yang khas, sambil mengikuti alunan musik tradisional.

Bon Odori adalah cara yang indah untuk merayakan Festival Obon sambil bersenang-senang bersama.



Makanan juga menjadi bagian penting dari Festival Obon. Orang-orang menyajikan makanan khusus yang disebut "food of the dead" kepada roh-roh leluhur. Makanan ini terdiri dari berbagai hidangan yang menggoda, seperti sushi dan manisan.

Tempat-Tempat Wisata Festival Obon

Jika kamu ingin merasakan keindahan Festival Obon, ada beberapa tempat wisata di Jepang yang sangat direkomendasikan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Tokyo - Ibu kota Jepang ini merayakan Festival Obon dengan penuh semangat. Kamu dapat menikmati tarian Bon Odori, lampion-lampion berkilauan, dan pesta makanan di berbagai tempat di Tokyo.

2. Kyoto - Kota ini adalah tempat di mana tradisi Jepang tetap terjaga dengan baik. Festival Obon di Kyoto memiliki nuansa tradisional yang kuat dengan lentera-lentera yang menghiasi kuil-kuil bersejarah.

Obon Matsuri: Merayakan Roh Leluhur dengan Lampion dan Lentera
ilustrasi: unsplash.com

3. Nara - Di Nara, kamu dapat menghadiri acara Bon Odori di bawah langit malam yang cerah. Kuil-kuil di Nara juga menjadi pusat perayaan Festival Obon.

4. Hiroshima - Hiroshima juga merayakan Festival Obon dengan sangat meriah. Di sini, kamu dapat menyaksikan parade lampion dan berpartisipasi dalam tarian Bon Odori bersama penduduk setempat.

Penutup

Dengan Festival Obon, masyarakat Jepang memperingati roh-roh leluhur dengan cara yang indah dan penuh makna. Dari lampion berkilauan hingga tarian Bon Odori yang meriah, festival ini adalah perayaan budaya yang unik dan tak terlupakan.

Jadi, jika kamu berencana untuk mengunjungi Jepang pada bulan Agustus, pastikan untuk mencari tahu apakah bisa merayakan Festival Obon bersama penduduk setempat. Ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam perjalananmu ke Negeri Matahari Terbit.

Posting Komentar

Arsip
Bagian dari